Sekilas Sejarah GPIB Pancaran Kasih Depok

Rombongan pekabar Injil bersama dengan Bidang Diakonia dari GKI Kwitang Jakarta mengadakan perkunjungan ke Cimanggis.

Renungan Harian

Sabda Bina Umat

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

9 Jan 2014

Sejarah GPIB

GPIB didirikan pada 31 Oktober 1948 yang pada waktu itu bernama “De Protestantse Kerk in Westelijk Indonesie” berdasarkan Tata-Gereja dan Peraturan-Gereja yang dipersembahkan oleh proto-Sinode kepada Badan Pekerja Am (Algemene Moderamen) Gereja Protestan Indonesia.
Majelis Sinode “De Protestantse Kerk in Westelijk Indonesie” yang pertama pada waktu adalah:
  1. Ds. J.A. de Klerk (Ketua)
  2. Ds. B.A. Supit (Wakil Ketua)
  3. Ds. L.A. Snijders (Sekretaris I)
  4. Pnt. J.A. Huliselan (Sekretaris II)
  5. Pnt. E.E. Marthens (Bendahara)
  6. Pnt. E.A.P. Klein (Penasihat)
  7. Ds. D.F. Sahulata (Pendeta Bahasa Indonesia)
  8. Ds. J.H. Stegeman (Pendeta Bahasa Belanda)
Ketika pertama kali terbentuk, GPIB mempunyai 7 buah Klasis (kini disebut Mupel atau Musyawarah Pelayanan) dengan 53 jemaat yaitu:
  1. Klasis Jabar meliputi 9 jemaat: Jakarta, Tanjung Priok, Jatinegara, Depok, Bogor, Cimahi, Bandung, Cirebon dan Sukabumi
  2. Klasis Jateng meliputi 6 jemaat: Semarang, Magelang, Yogyakarta, Cilacap, Nusakambangan dan Surakarta
  3. Klasis Jatim meliputi 12 jemaat: Madiun, Kediri, Madura, Surabaya, Mojokerto, Malang, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Singaraja, Denpasar dan Mataram
  4. Klasis Sumatra meliputi 7 jemaat: Sabang, Kutaraja, Medan, Pematang Siantar, Padang, Telukbayur dan Palembang
  5. Klasis Bangka & Riau meliputi 4 jemaat: Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Muntok dan Tanjungpandan
  6. Klasis Kalimantan meliputi 8 jemaat: Singkawang, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Sanga-sanga dan Kotabaru
  7. Klasis Sulawesi meliputi 7 jemaat: Makassar, Pare-pare, Watansopeng, Raha, Palopo, Bone dan Malino
Saat ini GPIB memiliki 24 Musyawarah Pelayanan, yakni:
  1. Mupel Sumatera Utara-Aceh (Sumut Aceh)
  2. Mupel Sumbaridar (Sumatera Barat – Riau Daratan)
  3. Mupel Kepri (Kepulauan Riau)
  4. Mupel Sumsel-Jambi (Sumatera Selatan – Jambi)
  5. Mupel Babel (Bangka Belitung)
  6. Mupel Lampung
  7. Mupel Jakarta Pusat
  8. Mupel Jakarta Utara
  9. Mupel Jakarta Barat
  10. Mupel Jakarta Timur
  11. Mupel Jakarta Selatan
  12. Mupel Bekasi
  13. Mupel Banten
  14. Mupel Jawa Barat I
  15. Mupel Jawa Barat II
  16. Mupel Jatengyo (Jawa Tengah – Yogyakarta)
  17. Mupel Jatim (Jawa Timur)
  18. Mupel Bali – NTB (Bali – Nusa Tenggara Barat)
  19. Mupel Kalbar (Kalimantan Barat)
  20. Mupel Kaltengsel (Kalimantan Tengah – Kalimantan Selatan)
  21. Mupel Kaltim I
  22. Mupel Kaltim II
  23. Mupel Kaltim III
  24. Mupel Sulselra (Sulawesi Selatan – Sulawesi Tenggara)
Jumlah Jemaat 270 jemaat.

8 Jan 2014

Sekilas Sejarah GPIB Jemaat Pancaran Kasih Depok

 Pada tanggal 11 Oktober 1966 rombongan pekabar Injil bersama-sama dengan Bidang Diakonia dari GKI Kwitang Jakarta dipimpin oleh Nn Elsie Queen (inggris) mengadakan perkunjungan ke Cimanggis. Perkunjungan ini adalah tindak lanjut dari pertemuan antara Sdr.Ventje Pangalila, Sdri Gerda Pitoy dan Sdr Rieske Frederick dengan Sdri Caroline Tombokan SH seorang karyawati RS Gatot Subroto dan aktif sebagai anggota Pekabaran Injil GKI Kwitang Jakarta.

Dalam kunjungan ini rombongan Pekabaran Injil dari GKI Kwitang Jakarta bertemu dengan beberapa warga Kristen yang berdomisili di Cimanggis sejak tahun 1962. Sdri Gerda Pitoy, Sdri Rieske Frederick,Sdr. Ventje Pangalila, ketiga orang tersebut kemudian diberikan pembinaan Rohani selama 1 bulan oleh Miss Elsie Queen, agar mereka dapat menjadi unjung tombak pekabaran Injil diwilayah Cimanggis.

 Dipenghujung tahun 1966, Ketiga Saudara tersebut diatas memutuskan untuk bergabung dengan Pos Pelayanan Cilangkap (Pos Pelayanan dari GPIB Zebaoth Bogor)Selain Sdri.Gerda Pitoy, Sdri Rieske Frederick dan Sdr. Ventje Pangalila, Sdr. Obed Abolla ikut bergabung. Sdr. Ventje Pangalila dan Sdr. Obed Abolla kemudian dipersiapkan menjadi calon Anggota Majelis Jemaat.

 Bulan Maret tahun 1967 Cimanggis ditetapkan menjadi Jemaat Wilayah GPIB Zebaoth Bogor dengan Ketua Drh Simon Hee, Wakil Ketua Sdr. Beth Antis dan Sdr Darda Marjan, Anggota Sdr Ventje Pangalila, Sdr, Obed Abolla dan Sdri Gerda Pitoy.Jumlah anggota warga sidi jemaat saat itu 8 orang, simpatisan yang sedang mengikuti pelajaran Agama 7 orang, dan anggota KA/KR berjumlah 18 orang.

 Bulan November 1968 berdasarkan SK Majelis Jemaat GPIB Bogor No. B7/894/68 yang ditandatangani oleh Pdt.DR Maitimoe, Cimanggis ditetapkan sebagai Pos Pekabaran Injil yang dipersiapkan untuk dilembagakan menjadi satu Jemaat.

• Tim Pembina Pembangunan Jemaat Cimanggis
Para Pelayan Mula-Mula
Pendeta yang Pernah Melayani di GPIB Pancaran Kasih

1 Jan 2014

Tim Pembina Pembangunan Jemaat Cimanggis Pertama

Bulan Oktober 1969 Tim Pembinan Pembangunan Jemaat Cimanggis terbentuk dan di November 1969 Tim sudah memperoleh sebidang tanah didepan PT Narden namun ketika tanah itu akan digarap untuk pembangunan, mendapat perlawanan dari beberapa warga pendatang asal Madura. 

Kemudian Tim membeli sebidang tanah berukuran 1200M2 seharga Rp.100.000, (seratus ribu rupiah) disamping Pabrik Serat Ijuk (sekarang PT Mekano), sebidang tanah itu sekarang berdiri gedung Gereja GPIB Pancaran Kasih.


Tim Pembinan Pembangunan Jemaat Cimanggis

Penasehat       
1. Ketua         
2. Wakil Ketua
3. Sekretaris
4. Wakil Sekretaris
5. Bandahara
6. Wakil Bendahara
7. Anggota                                                  
: Pdt. DR.Maitimoe (Majelis Sinode)
: Pnt Ir.Steenbergen (GPIB Bogor)
: Pnt.Ir J.Taroreh (GPIB Paulus)
: Pnt.C.L.Wowor (GPIB Paulus)
: Dkn J.P.Manoe (PIB Bogor)
: Dkn.Ny.A.J.Mantik (GPIB Paulus)
: Dkn.E.Pasandaran (GPIB Bogor)
: Dkn. Ny.E.P.Tuhumury (GPIB Paulus)
Dan pada bulan Januari 1970 keanggotaan tim bertambah menjadi
1. Sdr.Drh.M.Tulihere (GPIB Bogor)
2. Pnt.E.G.Rompies  (GPIB Paulus)
3. Pnt.D.H.Kasenda  (GPIB Paulus)
4. Bpk.Z.Sahertian (GPIB Bogor)


Pelayan Mula-Mula GPIB Pancaran Kasih Depok

Para Pelayan mula-mula
Pnt. D.A. Kumenit, beliau adalah tenaga tetap yang ditempatkan di Jemaat Cimanggis sejak tanggal 1 November 1970 – 16 Mei 1973, saat itu beliau sedang menyelesaikan pendidikan sebagai calon Pendeta (baca:Vikaris) dengan Mentor Pdt.P.H.Rompas M.Th.

Pada bulan Desember 1971, beliau berhasil menjajagi kemungkinan pos Pelayanan di Kompleks AURI Cilangkap digabungkan dengan Cimanggis. Dan pada tangal 6 Oktober 1971 melalui surat keputusan Majelis Jemaat GPIB Bogor No.358/B-7/71 pos Pelayanan cilangkap resmi diserahkan ke Jemaat Cimanggis.

Pada tanggal 6 April 1973 berdasarkan SK Majelis Sinode GPIB No. 329/73/MS.X./Kpts beliau ditetapkan sebagai Pendeta GPIB sekaligus penetapan Pendeta Emeritus bagi beliau, karena saat ditetapkan sebagai Pendeta GPIB usia beliau sudah mencapai 73 tahun. Namun demikian beliau tetap diberikan tanggung jawab sebagai Pembina dijemaat cimanggis sampai pada bulan Juni 1973 karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, maka pada tanggal 30 Juni 1973 beliau menyerahkan kembali tugasnya sebagai pembinan jemaat cimanggis kepada Majelis Sinode.

Vikaris J.D.Mait, ditempatkan sebagai Vikaris dijemaat cimanggis sejak bulan Maret 1974 dengan Mentor KMJ GPIB Bogor Pdt.C.L.TobingPada mulanya beliau ditempatkan di cimanggis, aktivitas jemaat mengalami kemunduran, namun dengan segala kemampuan yang dimiki Vik.J.D.Mait berusaha untuk memberikan pembinaan dan membimbing jemaat kembali meningkatkan aktivitasnya Vik.J.D.Mait kemudian diteguhkan menjadi Pendeta GPIB dan ditempatkan sebagai Pendeta Jemaat GPIB Pancaran Kasih Cimanggis.

Sdr.Ventje Pangalila, beliau dipercayakan sebagai Koordinator pelayanan dicimanggis, sampai dengan Pnt. D.A.Kumenit ditetapkan sebagai pembinan jemaat cimanggis.Kemudian pada  Mei 1973 s/d Maret 1974 saat Pdt.Emeritus D.A.Kumenit mengundurkan diri karena sakit, sdr.Ventje Pangalila kembali ditetapkan sebagai Pjs.Koordinator Pelayanan Jemaat Cimanggis.

Jemaat GPIB Pancaran Kasih Cimanggis dilembagakan pada hari minggu 26 Januari 1975 dengan susunan Majelis Jemaat pada awaktu itu adalah : Pnt.Ir.Sardjono Resosukarto, Pnt. Djumadus Batangie, Pnt.Ventje Pangalila, Pnt.Obed Abolla, Pnt. Frans Pitoy, Pnt.Freddy Adriaan, Dkn. Slamet Sutrisno dan Dkn.Telly Syam.

Pendeta yang Pernah Melayani di GPIB Pancaran Kasih



1. Pdt. D.A.Kumenit  1970 - 1973
2. Pdt. J.D.Mait  1974 - 1980
3. Pdt. Dr.N.Rumpak M.Th 1980 - 1983
4. Pdt.Ny C.H.Mailoa-L S.Th 1983- 1987
5. Pdt. A.R.Molle S.H 1987- 1990
6. Pdt. P.L.Siahainenia S.Th 1990 -1994
7. Pdt. A.Z. Pattilekasapia S.Th 1990 - 1994
8. Pdt. H.Jacob S.Th 1994 - 2000
9. Pdt. A.S.Tarigan S.Th 1995 - 2000
10. Pdt. S. Ishak M.Sc 2000 – 2005
11. Pdt. T.Inswiadji 2000 - 2003
12. Pdt. Ny.Happy Siahaan S  STh   2002 - 2004
13. Pdt. Maxi A.Y. Iroth S.Th 2005 – 2010
14. Pdt. S. Hia 2004 -  2010
15. Pdt. Ester Sutya S.Th 2007 - 2013
16. Pdt. Pdt. M. Lewakabessy S.Th 2010 – 2012
17. Pdt. Widyati Simangunsong S, M.Min 2012 – sekarang
18. Pdt. Meryani Gimon S.Th 2012 - sekarang
19. Pdt. Eric Tanabora S.Th 2013 - sekarang
Pendeta Pelum yang pernah melayani
di Jemaat GPIB Pancaran Kasih
1.  Pdt. P.Toisuta (alm) Purnawirawan  AD (Kostrad)
2. Pdt. F.S.Katipana Purnawirawan AD (Kopasus)
3. Pdt. Merry Sahetapy-L STh GPM

 
Close X
Back to TOP